Sabilian.
Katakan saja aku ini pecundang, yang hanya mampu bersembunyi dibalik kata-kata aneh. Sabilian, nama yang indah yang pernah aku dengar sepanjang hidupku. Hai, Sabilian, senang mengenalmu. Sebab dirimu, mampu membuat pipiku bersemu akanmu. Perlakuanmu yang lembut, nadamu yang tidak pernah tinggi, semua tentang dirimu, indah. Sabilian, andai ada seenggok manusia yang bertanya, jika aku dilahirkan kembali menjadi diriku, apa aku akan tetap mencintaimu dan menerima lamaranmu? Mungkin kau takkan percaya ini, tapi akan ku jawab, ya! dengan lantang. Sungguh, sulit sekali menemukkan lelaki sepertimu di zaman seperti ini, dirimu yang tak segan membantuku membereskan rumah, mengerjakan segala pekerjaan rumah, walaupun kau lelah setelah pulang bekerja. Sedangkan banyak lelaki di luar sana yang selalu menitah istrinya untuk bisa memasak, membereskan segala pekerjaan rumah dan yang lainnya. Kau lelaki terbaikku, Sabilian Ghanan Sabumi.
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
