November
November datang seperti biola hujan, Memetik rindu pada daun-daun gugur, Menyelipkan dingin ke sela jendela, Dan membisikkan cerita tentang luka Di atap yang bocor, aku belajar sabar, Menyulam tetesan air menjadi irama, Menjahit harapan di sela retakan, Seperti doa yang tak pernah lelah disemai. November, engkau pahit tapi manis, Seperti teh hangat di pagi basah, Mengalirkan getir tapi memulihkan, Menyentuh lembut meski meninggalkan jejak. Pada banjirmu, kutitipkan gelisah, Pada dinginmu, kusematkan doa kecil, Agar tunas yang kau tumbuhkan Mekar menjadi senyum di ujung badai November, engkau temaram yang menguatkan, Langit abu-abu yang melukis impian, Kau bawa sakit untuk menyiapkan bahagia, Kau hadir, tak sekadar musim— Kau adalah pelajaran cinta
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
