Menunggu, bisakah?
Aku setia menunggu kehadiranmu, walau aku tahu kau tak pernah menunggu kehadiranku. Di sebalik wajah yang manis, ada Hati yang ingin ku genggam. Simpan ia menjadi Hiasan terbaik di Hatiku. Di sebalik Senyum yang manis, ada seorang gadis yang menunggu, bila kah akan tiba waktu untuk diri merasakan pula? Aku setia menunggu, walau kau Ragu. Aku setia menunggu, walau kau rasa ia Tak Perlu. Aku setia menunggu, Bisakah? Kau dan aku? Menunggu?
Ad
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
Shop Now →
