cinta dan waktu
Aku bertemu dengannya melalui benda pipih yang ku genggam, setiap hari. Bertukar kabar melalui ketikan, dan tak pernah berharap akan adanya pertemuan.. Dan pada akhirnya kabar membawa ku pada cinta yang tak pernah ku sangka.. Aku yang selalu berharap pada sangat purnama agar menyampaikan Aksa yang bergelora ini. Namun semuanya pupus begitu saja, dan hanya meninggalkan kepingan rasa sakit yang tak kunjung untuk mereda. Senja berlalu dan pekatnya malam menyambut .... Takkala dimana diri ini sedang menangis atas mati rasa ini.. Melalui getaran ponselku, dia kembali. Dengan tidak merasa bersalah dia menyapa ku melalui satu pesan yang mengatasnamakan KERINDUAN. MIRISNYA tuan aku telah mati rasa atas cinta yang tak pernah diutarakan melalui ke kedua netra ini... Maka pergilah dan abadi tanpa cinta ku.
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
