Bidadari Jalangku
dahulu, ke sendiri menikmati hari-hari.. walau sendiri dan sunyi, tapi penuh arti. lalu kau datang menghampiri, datang memberi mimpi. senyummu, wajahmu, perhatianmu, seolah menjadi pewarna hidupku. caramu memperlakukanku, membuatku mengelu-elukanmu. hadirmu dalam hidupku, seperti air di padang pasir yang memberi kesejukan. seperti api di kutub yang memberi kehangatan. tapi ternyata, harapku keliru, kau ternyata hanya fatamorgana. kau mencintaiku dan menyayangiku, tapi menusuk keji di belakangku. aku serasa manusia paling bodoh dan hina di dunia. tetap memberi kesempatan dan mencinta. ternyata itulah keputusanku yang memberi luka tiada tara. kau adalah bunga yang masih mekar merekah, silahkan rayu dan bermain dengan kumbang sebanyak dan semaumu. aku sudah tidak peduli. kau yang mulainya ku anggap bidadari, ternyata wanita jalangku yang ku perjuangkan dengan kesia-sia-an.
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
