Bayangkan Jika Kita Selamanya
"Bayangkan Jika Kita Selamanya" Bayangkan jika kita adalah pagi yang selalu lebih dulu menyapa, kau membuka mata lebih cepat, duduk di tepi jendela, rambut hitam panjangmu jatuh anggun di bahu, sementara aku masih terbungkus selimut, mengamati caramu mencintai dunia sebelum dunia pun terjaga. Bayangkan jika kita adalah secangkir kopi yang tak pernah benar-benar habis, kau menyesapnya pelan, lalu menghela napas, aku mengambil cangkirmu sebelum perutmu mengeluh, dan kau hanya tersenyum kecil, pura-pura kesal, tapi tetap membiarkanku menjagamu dengan caraku sendiri. Bayangkan jika kita adalah warna pink di antara awan mendung, kau centil dengan caramu yang khas, berputar kecil dengan kaos oversized favoritmu, aku menggeleng pelan, tapi diam-diam menikmati, karena dunia terasa lebih cerah saat kau di sini. Bayangkan jika kita adalah kanvas yang tak pernah kosong, kau dengan kuas di tangan, menciptakan keindahan di setiap goresan, aku duduk di sampingmu, buku terbuka di pangkuanku, tapi pikiranku sibuk menghafal caramu tersenyum saat melukis. Kau seperti sentuhan terakhir dalam sebuah karya seni, tanpamu, segalanya terasa kurang, aku seperti puisi yang tak pernah selesai, menunggu jemarimu menambahkan satu bari
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
