Antara Waktu dan Ruang
Jika aku adalah waktu Aku akan berdetik, bermenit, berjam, berhari, dan seterusnya Mengandung lintasan angka yang tak mungkin berhenti Saat tak lagi terbendung, lepaslah jadi hitungan mundur Yang berlari - larian tak karuan Kemudian merangkak di dinding terjal wajahmu Hingga selesai sudah hitungan itu Angka - angka pun usang dan mati Aku menghampiri dimensi surgawi Ialah kamu setelah waktu usai Lalu berganti dirilah kamu menjadi ruang Yang menyempit dan melebar sesuka hati Memenuhi lorong sunyi yang kita siapkan Untuk berduaan antara waktu dan ruang
Ad
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
Shop Now →
