Aku Pernah Kamu
Kamu adalah fajar di ufuk hatiku, yang menerangi kegelapan jiwa ini seperti seribu bintang. Namamu adalah samudra yang dalam, membuatku terhanyut dalam ombak cintamu yang tak terbatas. Kehadiranmu adalah musim semi di tengah gurun hatiku, membuat bunga-bunga cinta mekar dengan warna-warna indah. Senyummu adalah sinar matahari yang membakar, membuatku terbakar dalam api cintamu yang tak terpadamkan. Aku kehilanganmu seperti kapal yang kehilangan kemudi, terdampar di pantai kesepian yang tak berujung. Tanpa kamu, hidupku adalah kitab yang kosong, tanpa kata-kata cinta yang membuatnya bermakna. Aku mencintaimu seperti laut yang mencintai bulan, tak terpisahkan, tak tergantikan, abadi. Kamu adalah nafas hidupku, tanpa kamu, aku hanyalah mayat yang hidup.
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
