Air Mata
Menitik... Menetes... Dan lalu tesedu-sedu. Berusaha mengusapnya berkali-kali, tetapi tak berarti. Bertanya-tanya, menerka-nerka, alasan apa yang membuatnya sulit untuk berhenti. Begitu pilu kah drama yang dia lihat? Sesakit itukah yang dia rasakan? Ataukah hanya sebuah alasan untuk mencurahkan isi hati? Menjadi peluang untuknya menangis tesedu-sedu? Hingga drama itu usai pun, jawaban itu tak pernah didapatkan.
Ad
Poetry Books 50% Off
Bestselling collections from top poets
Shop Now →
